Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cakupan Literasi Yang Paling Banyak Dilakukan di PAUD dan SD adalah Keaksaraan, Apa yang Dimaksud Dengan Keaksaraan ?

Cakupan Literasi Yang Paling Banyak Dilakukan di PAUD dan SD adalah Keaksaraan, Apa yang Dimaksud Dengan Keaksaraan ?

Pendidikan keaksaraan memiliki peran penting dalam membentuk partisipasi sosial dan ekonomi yang efektif, serta mengarah pada pembangunan sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan. Melalui pendidikan keaksaraan, masyarakat diberdayakan dan dibangun, serta membantu mewujudkan pelaksanaan hak asasi manusia yang adil. Bagi para ibu, keaksaraan bukan sekadar alat untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga, tetapi juga untuk meningkatkan hasil pendidikan anak-anak mereka.

Secara sederhana, pendidikan keaksaraan merupakan salah satu bentuk layanan pendidikan nonformal bagi warga masyarakat yang belum mampu membaca, menulis, dan berhitung. Konsep keaksaraan tidak hanya membatasi diri pada kemampuan dasar membaca, menulis, dan menghitung, tetapi juga meluas ke pengembangan keterampilan sosial budaya yang terkait erat dengan kemampuan kognitif tersebut.

Menurut Marzuki Shaleh H.M., istilah keaksaraan telah menjadi bagian integral dalam pembangunan pendidikan melalui program pemberantasan buta aksara. Banyak pihak, seperti lembaga pendidikan orang dewasa, ahli ekonomi pembangunan, dan perencana internasional, sangat memperhatikan pentingnya konsep ini dalam pembangunan masyarakat. Pendidikan keaksaraan bukan sekadar pengenalan huruf, tetapi juga menjadi proses pemahaman makna di balik kalimat dan paragraf.

Konsep keaksaraan juga memiliki dimensi ideologis yang kuat. Beberapa pandangan mengaitkan kemampuan membaca dan menulis dengan peningkatan dukungan politik serta kesempatan hidup yang lebih baik di masa depan. Pendidikan keaksaraan, dalam arti yang lebih luas, mencakup semua aspek yang memungkinkan individu untuk mengakses informasi, memprosesnya, dan mengambil keputusan secara cerdas.

Dengan demikian, pendidikan keaksaraan haruslah bersifat fungsional, memungkinkan individu untuk mengelola informasi secara efektif dan beradaptasi dengan situasi yang berubah. Buta aksara bukan hanya menghalangi akses terhadap pengetahuan dan informasi, tetapi juga membatasi kemampuan seseorang untuk bersaing dalam dunia yang semakin kompetitif.

Kesimpulan

Pendidikan keaksaraan adalah fondasi yang penting dalam pembangunan masyarakat. Dengan memberdayakan individu untuk mengembangkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, pendidikan keaksaraan membuka pintu menuju peluang yang lebih luas dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik. Oleh karena itu, investasi dalam pendidikan keaksaraan bukanlah sekadar tanggung jawab moral, tetapi juga merupakan investasi dalam masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.